Showing posts with label dasar. Show all posts
Showing posts with label dasar. Show all posts

Monday, January 28, 2013

Pemahaman Dasar CSS Input Button dan Tag Button

· 0 comments
Beberapa dari kalian mungkin merasa bosan dengan tampilan button di halaman blogmu yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan tampilan blogmu seperti ini:


Tanpa CSS

Masalahnya, mungkin kalian belum tahu seperti apa format CSS untuk tampilan button ini. Nah, di sini Saya akan menjelaskan tentang teknik dasar dalam mengubah tampilan button di blogmu.
Ini adalah contoh CSS sebuah input button dan tag button dasar (di sini Saya menyamakan tampilan antara button, submit dan reset agar lebih efisien):

input[type="button"],
input[type="submit"],
input[type="reset"],
button {
font:normal 0.9em Arial,Sans-Serif;
background-color:#4169E1;
border:1px solid #B7B7B7;
padding:2px 7px;
color:#fff;
}
Letakkan saja CSS tersebut di atas kode </style> atau ]]></b:skin>, maka tampilan tombol-tombol di blogmu akan berubah seperti ini:

CS Input Button
Dengan CSS

Namun itu saja sepertinya masih kurang. Kita juga perlu menerapkan event hover dan active pada tombol-tombol tersebut agar tampak lebih agresif dan bikin nafsu para pengunjung untuk memencet. CSS lanjutannya adalah seperti ini:

/* warna background saat pointer di atasnya */ 
input[type="button"]:hover,
input[type="submit"]:hover,
input[type="reset"]:hover,
button:hover {
background-color:#A52A2A;
}

/* warna background saat tombol ditekan */
input[type="button"]:active,
input[type="submit"]:active,
input[type="reset"]:active,
button:active {
background-color:#000;
}
Jika kedua event tersebut telah diterapkan, maka hasilnya akan tampak seperti ini:


Saat HOVER


Saat ACTIVE


Kita ketahui dari kode ini bahwa terdapat lima properti yang umum digunakan, yaitu:
  • font: (mode tampilan (bold normal atau italic), ukuran font dan jenis font)
  • background: (warna latar belakang)
  • padding: (jarak antara batas terluar sebuah area dengan kontennya)
  • color: (warna teks) dan
  • border: ukuran garis tepi, tipe garis tepi dan warna garis tepi).

Dan ini adalah contoh kerangkanya:

<input value="Button" type="button"/> 
<input value="Submit" type="submit"/>
<input value="Reset" type="reset"/>
<button>Tag Button</button>
Tentu saja, itu semua hanya sebagian kecil dari penerapan CSS dalam tombol. Suatu saat mungkin kamu menginginkan tampilan-tampilan tombol yang lebih dahsyat seperti ini, ini, ini atau ini:





Tuesday, January 22, 2013

Pemahaman Tag Kondisional Tingkat Pertama

· 0 comments
Tag Kondisional Blogspot
Tag Kondisional/Conditional Tag adalah tag yang digunakan untuk mengatur elemen-elemen tertentu agar tampil atau tidak tampil, berfungsi atau tidak berfungsi dalam halaman spesifik yang telah ditentukan. Ada begitu banyak bentuk tag kondisional dalam dunia kode, namun di sini Saya hanya akan menjelaskan tentang tag kondisional untuk platform blogspot.

BAB 1: Membaca Tag Kondisional

Berikut ini adalah sebuah contoh tag kondisional halaman yang paling umum digunakan:
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>OBJEK1</b:if>
Tag kondisional selalu diawali dengan tag <b:if> dan ditutup dengan tag </b:if>. Setiap tag <b:if> memiliki atribut cond. Atribut cond bisa dibilang adalah penentu/penunjuk yang digunakan untuk menunjukkan suatu kondisi. Kode data:blog.url == data:blog.homepageUrl adalah nilai atribut yang menjelaskan maksud dari kondisi/condition yang diinginkan.
Kode data:blog.url adalah suatu pernyataan yang mewakili keadaan URL sebuah halaman, sementara kode data:blog.homepageUrl adalah perwakilan dari URL halaman muka (homepage). Misalnya begini: kamu memiliki sebuah blog dengan alamat http://silitpitik.blogspot.com, maka kode data:blog.homepageUrl dapat diartikan sebagai http://silitpitik.blogspot.com.
Jika keseluruhan kode di atas diterjemahkan, maka akan menghasilkan kalimat seperti ini:
TAG KONDISIONALARTI KODE
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
OBJEK1
</b:if>
Jika keadaan halaman saat ini sama dengan URL halaman muka/homepage, maka OBJEK1 akan ditampilkan/difungsikan.
Kamu juga bisa memutarbalikkan fungsi tag kondisional hanya dengan mengganti pembandingnya saja. Secara normal, sebuah pembanding dapat dituliskan sebagai == yang berarti "sama dengan" atau "menyetujui keadaan". Kode pembanding tersebut juga dapat kita balik menjadi != yang berarti "tidak sama dengan" atau "bukan" seperti ini:
<b:if cond='data:blog.url != data:blog.homepageUrl'>OBJEK1</b:if>
Jika keseluruhan kode di atas diterjemahkan, maka akan menghasilkan kalimat seperti ini:
TAG KONDISIONALARTI KODE
<b:if cond='data:blog.url != data:blog.homepageUrl'>
OBJEK1
</b:if>
OBJEK1 hanya akan ditampilkan apabila keadaan halaman saat ini tidak sama dengan halaman muka/homepage.

BAB 2: Penerapan Tag Kondisional

Ada dua cara penerapan tag kondisional, yaitu dengan cara menerapkannya secara langsung pada objek sasaran, atau menerapkannya secara tidak langsung dengan memanfaatkan kemampuan CSS.

Penerapan Kondisi Secara Langsung

Penerapan kondisi secara langsung dapat dilakukan dengan cara mengapit objek tersebut dengan tag kondisional seperti ini:
TAG KONDISIONALARTI KODE
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
OBJEK1
</b:if>
Jika keadaan halaman saat ini sama dengan URL halaman muka/homepage, maka OBJEK1 akan ditampilkan/difungsikan.

Penerapan Kondisi Secara Tidak Langsung

Penerapan kondisi secara tidak langsung dilakukan dengan cara mengapitkan tag kondisional pada kode CSS selektor objek yang menjadi sasarannya. Untuk menghilangkan objek sasaran, digunakanlah deklarasi display:none; seperti ini:
TAG KONDISIONALARTI KODE
<b:if cond='data:blog.url != data:blog.homepageUrl'>
<style type='text/css'>
#objek1{display:none;}
</style>
</b:if>

......

<div id='objek1'>OBJEK1</div>
Seluruh elemen yang memiliki ID objek1 akan disembunyikan apabila keadaan halaman saat ini tidak sama dengan halaman muka/homepage.

Pernyataan di atas pada prinsipnya mempunyai makna yang sama dengan: "OBJEK1 hanya akan ditampilkan apabila keadaan halaman saat ini sedang berada di halaman muka/homepage".
Penerapan tag kondisional secara tidak langsung ini memang sedikit membingungkan, tapi sangat berguna apabila kamu mengalami kesulitan dalam menentukan bahwa sekumpulan kode yang sedang kamu lihat sekarang adalah sebuah kesatuan objek.
Maksudnya begini: Menentukan tag <div> pembuka memang sangat mudah, karena dalam tiap-tiap tubuh tag pembuka pasti terdapat atribut id='' atau class='' yang memiliki nilai tertentu yang tentunya spesifik. Namun menentukan di mana kode yang menjadi </div> penutup dari divisi yang dimaksud tidaklah semudah itu.