Konsep OOP (Object Oriented Programming) sekarang merupakan konsep yang sangat umum dalam dunia programming. Banyak bahasa programming baru yang lahir mengadopsi konsep tersebut, salah satu contohnya C#. Hal tersebut dikarenakan konsep ini membuat programming menjadi lebih mudah dan teratur.
Beberapa programmer terkadang mengabaikan konsep OOP ini, padahal membuat kelas dan objek yang terstruktur dalam programming sangatlah penting. Selain memudahkan kita untuk mengetahui apa isi dari kelas tersebut, kelas yang terstruktur juga membuat mudah dalam pewarisan sifat kelas.
Sebagai programmer pemula, mungkin Anda bingung bagaimana Anda harus memulai membuat kelas dan mendesain kelas tersebut terstruktur dengan baik. Sebelum membahas tentang desain kelas, alangkah baiknya jika kita memahami konsep kelas dan objek itu sendiri.
Kelas merupakan sesuatu yang abstrak dan bisa digunakan secara umum. Bagian detailnya nanti akan dibuat sebagai objek dari kelas tersebut. Misalnya, dalam industri handphone, tentu mempunyai banyak seri seperti SamsungGalaxyS4, SamsungGalaxyS3, SamsungGalaxyY, dan sebagainya (bukan promosi lho ya. Haha). Nah, coba bayangkan, apa nama kelas yang cocok untuk objek-objek tersebut ? Yah, Anda benar. Nama kelas yang pasti sangat cocok untuk mereka adalah Handphone.
Kenapa kelas harus sesuatu yang umum ? karena nanti bisa digunakan untuk membuat banyak objek. Jika memang antara objek tersebut hanya mempunyai perbedaan sedikit, maka Anda bisa membuat satu kelas untuk kedua objek tersebut. Anda tentu tidak ingin membuat satu kelas hanya untuk satu objek jika kelas tersebut memang bisa untuk banyak objek, karena konsep OOP ini memang diciptakan untuk hal tersebut.
Mari saya beri contoh lagi, kita ingin membuat objek dari berbagai macam hewan, seperti Kucing, Tikus dan Jerapah. Lalu, nama kelas apa yang cocok untuk objek-objek tersebut ? Ya, Anda benar. Nama kelas yang paling cocok adalah Hewan karena mereka merupakan sekumpulan hewan.
Contoh berikutnya, kini objek-objek yang kita punya adalah Tono, kucingnya bernama Kitty, dan anjingnya bernama Blacky. Tono adalah orang atau manusia, sehingga tidaklah cocok jika kita membuat kelas dengan nama Hewan. Namun, apabila nama kelasnya MakhlukHidup mungkin terdengar lebih baik.
Mendesain kelas itu mirip dengan membuat struktur organsisasi, seperti makhluk hidup yang telah dibahas pada contoh sebelumnya. Tono (manusia), Kitty (kucing) dan Blacky (anjing) merupakan bagian dari makhluk hidup. Akan tetapi, Tono berbeda dari Kitty dan Blacky karena Tono adalah manusia. Jika perbedaan ini memang akan kita gunakan dalam programming (misalnya kita ingin menambahkan method, ‘berpikir()’ misalnya hanya pada makhluk hidup yang merupakan manusia seperti Tono), maka kita bisa membuat kelas turunan dari kelas MakhlukHidup seperti Manusia dan Hewan, lalu kita membuat objek Tono dari kelas Manusia, sedangkan Kitty dan Blacky dari kelas Hewan. Karena Manusia dan Hewan merupakan kelas turunan dari Makhluk Hidup, maka semua method dan variabel yang ada pada Makhluk Hidup akan diwariskan pada kelas Manusia dan Hewan tersebut. Jika Anda ingin menambahkan method khusus lagi hanya pada Kitty karena merupakan seekor kucing, maka Anda bisa membuat kelas turunan baru dengan nama Kucing untuk Kitty dan Anjing untuk Blacky.
Kesimpulannya, untuk mendesain susunan kelas pada sebuah aplikasi akan lebih mudah jika kita melihat objek-objek apa sajakah yang akan dibuat, baru mendeskripsikan nama kelasnya secara umum, lalu membagi-baginya lagi menjadi kelas turunan.
Sebenarnya masih banyak hal lagi yang perlu diperhatikan dalam hal tersebut, akan tetapi materi ini sudah cukup untuk membuat sebuah aplikasi yang terstruktur. Selanjutnya, kita akan mencoba membuat komentar dalam pengetikkan kode yang kita buat.
Showing posts with label pendahuluan. Show all posts
Showing posts with label pendahuluan. Show all posts
Thursday, January 2, 2014
Wednesday, January 1, 2014
APA KABAR DUNIA ! APA KABAR DUNIA !
Setelah memahami cara kerja Java dan penggunaan alat kerjanya, maka kita akan membuat program pertama kita. Yihey! Pertama, buat sebuah project dengan nama apaKabarDunia dan lokasi simpannya terserah. Lalu, buat sebuah kelas dengan nama ApaKabarDunia. Pilih Open Editor, dan ganti semua di dalamnya dengan kode di bawah ini.
public class ApaKabarDunia{
public static void main(String[] args){
System.out.println("Apa kabar dunia !");
}
}
Setelah selesai, compile atau kompilasi kode tersebut. Kemudian, klik kanan, pilih void main(String[] args). Anda akan melihat window baru yang muncul berisikan tulisan “Apa kabar dunia !” sebagaimana yang kita buat di dalam kelas tersebut.
Selamat! Anda telah berhasil membuat program pertama Anda. Sekarang, coba Anda edit kelas tersebut (pilih Open Editor) dan ubah tulisan “Apa kabar dunia!” disana dengan kata-kata Anda sendiri, misalnya “Apa Kabar Michael !” atau “Apa Kabar Tulkiyem !” dan coba jalankan seperti cara sebelumnya, yaitu melalui void main(String[] args). Tulisan yang muncul pada kotak akan sama persis dengan apa yang Anda ketikan sebelumnya.
Anda mungkin bingung karena belum memahami persis apa yang Anda ketik di dalam tersebut dan saya sendiri juga bingung. Lho ? Haha.. bercanda. Tenang, semuanya akan dibahas satu per satu disini.
Java adalah bahasa pemrograman yang case-sensitive. Artinya, nama kelas “KelasSatu” dan kelas “kelassatu” akan diperlakukan sebagai dua kelas yang berbeda. Untuk itu, hati-hati dalam menulis nama kelas. Apabila Anda membuat sebuah kelas dengan nama “IniAdalahKelas”, maka dalam menulis kode di dalamnya, harus menggunakan nama dengan huruf kecil dan besar yang sama.
Pada umumnya, nama kelas diawali dengan huruf kapital atau huruf besar dan huruf kecil untuk nama method (nama juga tidak boleh diawali dengan angka) dan semua nama tidak memuat simbol atau spasi. Tanda spasi akan digantikan dengan huruf kapital pada kata berikutnya. Misalnya, apabila kita ingin memberi nama kelas “si ayam jago”, maka kita akan menulisnya sebagai “SiAyamJago”.
Kata “public” yang mengikuti kata “class” merupakan kata kunci yang menunjukkan visibilitas dari kelas tersebut. Lebih jelasnya, kata kunci tersebut menjelaskan pada keadaan apa kita bisa memanggil kelas tersebut. “public” menunjukkan bahwa kita diperbolehkan untuk memanggil dari semua kelas lain, entah itu kelas turunan atau kelas dari paket yang berbeda. Penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial pada bagian “Paket”. Untuk saat ini, kita akan selalu menggunakan kata kunci “public” sampai kita telah belajar visibilitas dari sebuah kelas agar kita tidak terkena masalah akses.
Pada setiap kode di dalam kelas akan diawali dengan kata kunci visibilitas, yang diikuti dengan kata kunci “class” dan nama kelas serta tanda kurung kurawal ( {} ). Kode perintah sebenarnya berada di dalam tanda kurung kurawal ini. Jika kita melihat kode pada kelas ApaKabarDunia, maka method dan semua perintah yang dibuat berada di antara tanda kurung ini.
Method void main(String[] args) adalah method khusus pada Java dimana titik awal berjalannya sebuah program ada pada method ini atau dengan kata lain, dari sebuah projek, Java akan mencari kelas yang mempunyai method ini sebagai kelas utama dan menjalankan semua perintah di dalam method tersebut. Penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial selanjutnya.
public class ApaKabarDunia{
public static void main(String[] args){
System.out.println("Apa kabar dunia !");
}
}
Setelah selesai, compile atau kompilasi kode tersebut. Kemudian, klik kanan, pilih void main(String[] args). Anda akan melihat window baru yang muncul berisikan tulisan “Apa kabar dunia !” sebagaimana yang kita buat di dalam kelas tersebut.
Selamat! Anda telah berhasil membuat program pertama Anda. Sekarang, coba Anda edit kelas tersebut (pilih Open Editor) dan ubah tulisan “Apa kabar dunia!” disana dengan kata-kata Anda sendiri, misalnya “Apa Kabar Michael !” atau “Apa Kabar Tulkiyem !” dan coba jalankan seperti cara sebelumnya, yaitu melalui void main(String[] args). Tulisan yang muncul pada kotak akan sama persis dengan apa yang Anda ketikan sebelumnya.
Anda mungkin bingung karena belum memahami persis apa yang Anda ketik di dalam tersebut dan saya sendiri juga bingung. Lho ? Haha.. bercanda. Tenang, semuanya akan dibahas satu per satu disini.
Java adalah bahasa pemrograman yang case-sensitive. Artinya, nama kelas “KelasSatu” dan kelas “kelassatu” akan diperlakukan sebagai dua kelas yang berbeda. Untuk itu, hati-hati dalam menulis nama kelas. Apabila Anda membuat sebuah kelas dengan nama “IniAdalahKelas”, maka dalam menulis kode di dalamnya, harus menggunakan nama dengan huruf kecil dan besar yang sama.
Pada umumnya, nama kelas diawali dengan huruf kapital atau huruf besar dan huruf kecil untuk nama method (nama juga tidak boleh diawali dengan angka) dan semua nama tidak memuat simbol atau spasi. Tanda spasi akan digantikan dengan huruf kapital pada kata berikutnya. Misalnya, apabila kita ingin memberi nama kelas “si ayam jago”, maka kita akan menulisnya sebagai “SiAyamJago”.
Kata “public” yang mengikuti kata “class” merupakan kata kunci yang menunjukkan visibilitas dari kelas tersebut. Lebih jelasnya, kata kunci tersebut menjelaskan pada keadaan apa kita bisa memanggil kelas tersebut. “public” menunjukkan bahwa kita diperbolehkan untuk memanggil dari semua kelas lain, entah itu kelas turunan atau kelas dari paket yang berbeda. Penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial pada bagian “Paket”. Untuk saat ini, kita akan selalu menggunakan kata kunci “public” sampai kita telah belajar visibilitas dari sebuah kelas agar kita tidak terkena masalah akses.
Pada setiap kode di dalam kelas akan diawali dengan kata kunci visibilitas, yang diikuti dengan kata kunci “class” dan nama kelas serta tanda kurung kurawal ( {} ). Kode perintah sebenarnya berada di dalam tanda kurung kurawal ini. Jika kita melihat kode pada kelas ApaKabarDunia, maka method dan semua perintah yang dibuat berada di antara tanda kurung ini.
Method void main(String[] args) adalah method khusus pada Java dimana titik awal berjalannya sebuah program ada pada method ini atau dengan kata lain, dari sebuah projek, Java akan mencari kelas yang mempunyai method ini sebagai kelas utama dan menjalankan semua perintah di dalam method tersebut. Penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial selanjutnya.
PENGENALAN DAN KONFIGURASI PENGENALAN DAN KONFIGURASI
Setelah memasang aplikasi JDK dan BlueJ, kini kita akan belajar memahami cara penggunaannya serta membuat pengaturan atau konfigurasi yang diperlukan. Java merupakan pemrograman yang beroirentasi pada kelas dan objek, sehingga setiap pembuatan aplikasi, kita dituntut untuk membuat kelas dan objek dari aplikasi tersebut.
Untuk membuat project dari sebuah aplikasi, kita tinggal membuka BlueJ dan pilih File >> New Project seperti pada gambar di atas. Kemudian akan muncul kotak dialog yang meminta direktori tempat project akan disimpan dan nama project. Setelah selesai, tinggal klik Ok.
Setelah project disimpan, kini kita akan membuat kelasnya. Untuk membuat sebuah kelas, tinggal klik New Class seperti pada gambar. Kemudian BlueJ akan meminta nama dari kelas yang akan dibuat. Anda tinggal ketik nama kelasnya dan klik Ok. Mudah bukan ?
Untuk mengetik kode pada kelas yang telah dibuat, tinggal klik kanan kotak yang memuat nama kelas dan klik Open Editor. Setelah itu, akan muncul window baru berisi kode sampel dari kelas tersebut. Disinilah kita mengetikan kode kita.
Setelah selesai memasukan kode kita ke dalam kelas tersebut, maka kita bisa mengkompilasi kode di dalamnya dengan cara klik kanan pada kotak kelas tersebut, pilih Compile. Apabila sukses terkompilasi, maka garis arsir di kotak tersebut akan hilang dan kita bisa membuat objek dari kelas tersebut. Caranya, klik kanan lagi kotak kelas tersebut, pilih new NamaKelasAnda() dan klik Ok. Nanti di bagian bawah window akan muncul kotak berwarna merah yang merupakan objek yang telah kita buat. Anda bisa membuat objek lain dari kelas tersebut dengan cara yang sama.
Terkadang, kita ingin menambahkan library (penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial selanjutnya) dari pihak ketiga atau buatan sendiri yang bisa dipanggil sewaktu-waktu saat pembuatan kelas. Untuk itu, kita bisa memilih menu Tools >> Preferences, lalu pilih pada Tab Libraries klik tombol Add. Pilih direktori library dan klik Ok.
Untuk membuat project dari sebuah aplikasi, kita tinggal membuka BlueJ dan pilih File >> New Project seperti pada gambar di atas. Kemudian akan muncul kotak dialog yang meminta direktori tempat project akan disimpan dan nama project. Setelah selesai, tinggal klik Ok.
Untuk mengetik kode pada kelas yang telah dibuat, tinggal klik kanan kotak yang memuat nama kelas dan klik Open Editor. Setelah itu, akan muncul window baru berisi kode sampel dari kelas tersebut. Disinilah kita mengetikan kode kita.
Setelah selesai memasukan kode kita ke dalam kelas tersebut, maka kita bisa mengkompilasi kode di dalamnya dengan cara klik kanan pada kotak kelas tersebut, pilih Compile. Apabila sukses terkompilasi, maka garis arsir di kotak tersebut akan hilang dan kita bisa membuat objek dari kelas tersebut. Caranya, klik kanan lagi kotak kelas tersebut, pilih new NamaKelasAnda() dan klik Ok. Nanti di bagian bawah window akan muncul kotak berwarna merah yang merupakan objek yang telah kita buat. Anda bisa membuat objek lain dari kelas tersebut dengan cara yang sama.
Terkadang, kita ingin menambahkan library (penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada tutorial selanjutnya) dari pihak ketiga atau buatan sendiri yang bisa dipanggil sewaktu-waktu saat pembuatan kelas. Untuk itu, kita bisa memilih menu Tools >> Preferences, lalu pilih pada Tab Libraries klik tombol Add. Pilih direktori library dan klik Ok.
Wednesday, December 18, 2013
PERALATAN DAN INSTALASI PERALATAN DAN INSTALASI
Sebelum menggunakan software yang dibutuhkan untuk menulis kode program, kita harus menginstalasi JDK (Java Development Kit) -nya terlebih dahulu. Kita bisa memperolehnya di http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html, kemudian pilih bagian download atau langsung menggunakan link yang tersedia di bawah ini (JDK)
JDK 7 untuk Windows 32 bit
JDK 7 untuk Windows 64 bit
JDK 7 untuk Linux 32 bit
JDK 7 untuk Linux 64 bit
dan berikut langkah-langkah menginstal JDK :
Setelah menginstalnya, barulah kita memasang tools untuk membuat program Java. Ada berbagai macam tools yang bisa Anda gunakan seperti Netbeans, Eclipse dan BlueJ. Jika Anda ingin membuat program Java secara profesional, maka saya sarankan menggunakan Netbeans atau Eclipse. Tetapi, jika tujuannya adalah untuk pembelajaran, maka BlueJ adalah pilihan yang tepat. Selain untuk menuliskan kode, BlueJ juga memiliki fitur untuk menampilkan susunan atau hirarki kelas-kelas Java yang dibuat. Tentunya, ini akan memudahkan para progamer Java pemula agar lebih memahami tentang bagaimana membuat sebuah program secara sistematis. Untuk mendapatkan BlueJ, Anda bisa men-download-nya di http://www.bluej.org/download/download.html sesuai sistem operasi yang anda gunakan.
Berikut langkah-langkah menginstalasi BlueJ :
Kita sudah berhasil menginstalasi JDK dan BlueJ. Pada tutorial selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi dan belajar menggunakan program tersebut.
JDK 7 untuk Windows 32 bit
JDK 7 untuk Windows 64 bit
JDK 7 untuk Linux 32 bit
JDK 7 untuk Linux 64 bit
dan berikut langkah-langkah menginstal JDK :
Klik Next
Klik Next
Tunggu hingga selesai
Tahap ini untuk mengubah direktori dimana Java akan diinstalasi. Jika ingin mengubahnya, klik Change dan klik Next
Tunggu hingga proses selesai
Klik Close, Selamat! Java berhasil diinstalasi
Setelah menginstalnya, barulah kita memasang tools untuk membuat program Java. Ada berbagai macam tools yang bisa Anda gunakan seperti Netbeans, Eclipse dan BlueJ. Jika Anda ingin membuat program Java secara profesional, maka saya sarankan menggunakan Netbeans atau Eclipse. Tetapi, jika tujuannya adalah untuk pembelajaran, maka BlueJ adalah pilihan yang tepat. Selain untuk menuliskan kode, BlueJ juga memiliki fitur untuk menampilkan susunan atau hirarki kelas-kelas Java yang dibuat. Tentunya, ini akan memudahkan para progamer Java pemula agar lebih memahami tentang bagaimana membuat sebuah program secara sistematis. Untuk mendapatkan BlueJ, Anda bisa men-download-nya di http://www.bluej.org/download/download.html sesuai sistem operasi yang anda gunakan.
Berikut langkah-langkah menginstalasi BlueJ :
Klik Next
Tahap ini untuk memilih BlueJ diinstalasi pada akun ini atau untuk semua akun Windows yang ada. Sebaiknya klik Next saja.
Klik Next
Tahap ini untuk memiliki lokasi dimana BlueJ akan diinstalasi. Klik Change jika ingin mengubah dan klik Next
Klik Install
Tunggu hingga selesai
Selamat! BlueJ telah berhasil diinstalasi
Saturday, December 14, 2013
CARA KERJA JAVA CARA KERJA JAVA
Halo sobat, kita sudah membahas tentang berbagai kelebihan dan kelemahan Java. Selanjutnya, kita akan masuk pada pembahasan mengenai bagaimana sebuah program Java dapat berjalan. Namun, alangkah baiknya jika mengetahui dahulu perbedaan antara compiler dan interpreter. Compiler menerjemahkan kode program secara keseluruhan, sedangkan interpreter melakukannya baris demi baris. Oleh karena itu, interpreter membutuhkan proses lebih lama dari compiler. Java menerapkan dua sistem terjemahan tersebut.
Agar lebih mudah dipahami, maka cara kerjanya akan dituliskan berdasarkan urutan di bawah ini.
a. Kode program ditulis dan disimpan dalam file berekstensi (tipe dari sebuah file dan biasanya ditulis setelah nama dari file tersebut, penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di bagian ‘KAMUS’ di blog ini) .java.
b. Kode kemudian dikompilasi (menggunakan compiler) dan menghasilkan kode objek yang dalam hal ini disebut bytecode. Hasil kompilasi ini akan membut file .class. File ini menyimpan perintah tertentu yang hanya dipahami oleh mesin virtual Java.
c. Selanjutnya, bytecode ini akan diterjemahkan baris demi baris (menggunakan interpreter) yang hanya dilakukan saat program dijalankan atau dieksekusi. Berikut ilustrasi pembentukan program di dalam Java

Begitulah serangkaian kerja Java membentuk program. Selanjutnya kita akan masuk pada persiapan pembuatan program Java. Yey !
Agar lebih mudah dipahami, maka cara kerjanya akan dituliskan berdasarkan urutan di bawah ini.
a. Kode program ditulis dan disimpan dalam file berekstensi (tipe dari sebuah file dan biasanya ditulis setelah nama dari file tersebut, penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di bagian ‘KAMUS’ di blog ini) .java.
b. Kode kemudian dikompilasi (menggunakan compiler) dan menghasilkan kode objek yang dalam hal ini disebut bytecode. Hasil kompilasi ini akan membut file .class. File ini menyimpan perintah tertentu yang hanya dipahami oleh mesin virtual Java.
c. Selanjutnya, bytecode ini akan diterjemahkan baris demi baris (menggunakan interpreter) yang hanya dilakukan saat program dijalankan atau dieksekusi. Berikut ilustrasi pembentukan program di dalam Java

Begitulah serangkaian kerja Java membentuk program. Selanjutnya kita akan masuk pada persiapan pembuatan program Java. Yey !
KENAPA JAVA ? KENAPA JAVA ?
Java memiliki keunggulan yang tidak dipunyai bahasa lain, seperti bersifat multiplatform dan berorientasi pada konsep kelas dan objek murni. Disini akan diungkap mengapa Java dipilih sebagai bahasa pemrograman yang unggul.
a. Berorientasi pada kelas dan objek murni
Java membagi program menjadi kelas-kelas dan dari kelas tersebut kita bisa membuat objek atau instance sebagai sesuatu yang unik untuk digunakan sewaktu-waktu.
b. Bersifat multiplatform dan open-source
Java memang didesain untuk dapat berjalan di berbagai platform yang berbeda. Dengan adanya sifat ini, sebuah program Java dipercayai dapat didistribusi dengan luas tanpa ada masalah pada sistem operasi. Cara kerjanya sangat simpel, saat program Java dikompilasi, ia tidak langsung dijadikan sebagai program yang siap jalan, melainkan ke kode yang disebut bytecode. Pada saat program dijalankan atau dieksekusi, mesin virtual Java atau JVM yang terinstal akan menerjemahkan bytecode tersebut. Karena hal tersebut, beberapa pihak mempunyai anggapan bahwa Java itu lambat. Namun kini, hal tersebut tidaklah benar. Kita akan membahas hal tersebut di bagian selanjutnya.
c. Sederhana dan mudah dimengerti
Bahasa ini sekilas terlihat mirip dengan bahasa leluhurnya seperti C++. Namun, beberapa fiturnya telah diubah untuk memudahkan pemorgraman, seperti pembersihan memori otomatis (garbage collector) dan pengalokasi memori otomatis (memory allocation) dan penghilangan pointer seperti yang ada di C++.
d. Bersifat multithread
Java memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa proses dalam waktu yang sama.
e. Pembersihan dan pengalokasian memori otomatis
Seperti yang tadi dibahas, Java memiliki fitur pembersihan dan pengalokasian memori secara otomatis, sehingga programer Java tidak perlu khawatir dan bingung dalam mengatur memori bagi suatu aplikasi yang akan dibuat.
Setelah membahas keunggulannya, tentu tidak adil apabila kita tidak membahas kelemahannya juga. Namun, beberapa pihak diantaranya mengungkap kelemahan Java yang sebenarnya tidak benar. Berikut beberapa kelemahan Java dan cara mengatasinya.
a. Java itu lambat untuk aplikasi tingkat tinggi
Java dipercaya sangat lambat untuk aplikasi yang membutuhkan banyak memori atau aplikasi grafis seperti game dan graphics rendering (seperti Photoshop dan Blender) . Namun, hal ini tidaklah benar. Sejak dirilisnya versi 1.4, Java mempunyai kecepatan yang hampir sama dengan C++. Bahkan, Java SE versi 6 lebih cepat sekitar 20 sampai 25 persen dari pendahulunya.
b. Java mempunyai memory leaks
Memori leaks adalah kesalahan yang dibuat sistem karena tidak adanya lagi ruang memori untuk program yang berjalan. Dalam beberapa kasus, program yang dibuat dengan Java mengalami masalah ini. Namun, hal ini bisa diatasi dengan teknik pemrograman yang baik.
c. Java tidak mendukung aplikasi game console
Pernyataan ini kini tidak relevan lagi. Sejak dirilisnya Java SE 6, API (Application Programming Interface) untuk keperluan grafis seperti OpenGL dan DirectX telah didukung. Sebagai buktinya, kini terdapat emulator dan game 3 dimensi yang dibuat dengan Java.
d. Mudah didekompilasi
Program Java dianggap mudah diretas untuk diambil source-code nya (kode atau sintaks yang kita ketik saat programming). Ini dapat diatasi dengan menambahkan proteksi pada program tersebut.
Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan Java sebagai bahasa pemrograman. Sebagai programer Java, Anda seharusnya bisa menerima semua hal tersebut. Ini sangatlah penting dalam menentukan tujuan tentang program apa yang ingin Anda buat. Selanjutnya, kita akan memahami bagaimana sebuah program Java bekerja.
a. Berorientasi pada kelas dan objek murni
Java membagi program menjadi kelas-kelas dan dari kelas tersebut kita bisa membuat objek atau instance sebagai sesuatu yang unik untuk digunakan sewaktu-waktu.
b. Bersifat multiplatform dan open-source
Java memang didesain untuk dapat berjalan di berbagai platform yang berbeda. Dengan adanya sifat ini, sebuah program Java dipercayai dapat didistribusi dengan luas tanpa ada masalah pada sistem operasi. Cara kerjanya sangat simpel, saat program Java dikompilasi, ia tidak langsung dijadikan sebagai program yang siap jalan, melainkan ke kode yang disebut bytecode. Pada saat program dijalankan atau dieksekusi, mesin virtual Java atau JVM yang terinstal akan menerjemahkan bytecode tersebut. Karena hal tersebut, beberapa pihak mempunyai anggapan bahwa Java itu lambat. Namun kini, hal tersebut tidaklah benar. Kita akan membahas hal tersebut di bagian selanjutnya.
c. Sederhana dan mudah dimengerti
Bahasa ini sekilas terlihat mirip dengan bahasa leluhurnya seperti C++. Namun, beberapa fiturnya telah diubah untuk memudahkan pemorgraman, seperti pembersihan memori otomatis (garbage collector) dan pengalokasi memori otomatis (memory allocation) dan penghilangan pointer seperti yang ada di C++.
d. Bersifat multithread
Java memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa proses dalam waktu yang sama.
e. Pembersihan dan pengalokasian memori otomatis
Seperti yang tadi dibahas, Java memiliki fitur pembersihan dan pengalokasian memori secara otomatis, sehingga programer Java tidak perlu khawatir dan bingung dalam mengatur memori bagi suatu aplikasi yang akan dibuat.
Setelah membahas keunggulannya, tentu tidak adil apabila kita tidak membahas kelemahannya juga. Namun, beberapa pihak diantaranya mengungkap kelemahan Java yang sebenarnya tidak benar. Berikut beberapa kelemahan Java dan cara mengatasinya.
a. Java itu lambat untuk aplikasi tingkat tinggi
Java dipercaya sangat lambat untuk aplikasi yang membutuhkan banyak memori atau aplikasi grafis seperti game dan graphics rendering (seperti Photoshop dan Blender) . Namun, hal ini tidaklah benar. Sejak dirilisnya versi 1.4, Java mempunyai kecepatan yang hampir sama dengan C++. Bahkan, Java SE versi 6 lebih cepat sekitar 20 sampai 25 persen dari pendahulunya.
b. Java mempunyai memory leaks
Memori leaks adalah kesalahan yang dibuat sistem karena tidak adanya lagi ruang memori untuk program yang berjalan. Dalam beberapa kasus, program yang dibuat dengan Java mengalami masalah ini. Namun, hal ini bisa diatasi dengan teknik pemrograman yang baik.
c. Java tidak mendukung aplikasi game console
Pernyataan ini kini tidak relevan lagi. Sejak dirilisnya Java SE 6, API (Application Programming Interface) untuk keperluan grafis seperti OpenGL dan DirectX telah didukung. Sebagai buktinya, kini terdapat emulator dan game 3 dimensi yang dibuat dengan Java.
d. Mudah didekompilasi
Program Java dianggap mudah diretas untuk diambil source-code nya (kode atau sintaks yang kita ketik saat programming). Ini dapat diatasi dengan menambahkan proteksi pada program tersebut.
Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan Java sebagai bahasa pemrograman. Sebagai programer Java, Anda seharusnya bisa menerima semua hal tersebut. Ini sangatlah penting dalam menentukan tujuan tentang program apa yang ingin Anda buat. Selanjutnya, kita akan memahami bagaimana sebuah program Java bekerja.
Friday, December 13, 2013
SEKILAS TENTANG JAVA SEKILAS TENTANG JAVA
Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi pada konsep kelas dan objek dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan banyak kalangan. Mungkin bagi kalian yang suka memasang aplikasi di handphone, Java tidaklah terdengar asing. Selain itu, ia juga bisa dijalankan di komputer anda dan mendukung banyak sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux.
Bahasa pemrogaman Java banyak memakai kode atau sintaksis yang mirip dengan bahasa leluhurnya, yakni C dan C++ yang sudah disederhanakan. Ia juga sering dikenal dengan julukan WORA (Write Once Run Anywhere) yang berarti setelah sebuah program dibuat dan dibungkus menjadi aplikasi yang siap jalan (di-compile), maka program tersebut tidak perlu di-compile ulang apabila ingin digunakan di sistem operasi yang berbeda. Misalnya, program Java ini dibuat dan di-compile di sistem operasi Windows, maka ia juga bisa langsung dipakai di sistem operasi Mac atau Linux dengan catatan JVM (Java Virtual Machine) telah telah terpasang.
Java lahir dari projek bernama The Green Project sejak Juni 1991 dan sebenarnya didesain untuk teknologi interaksi televisi. Projek tersebut dijalankan oleh 3 orang, yaitu James Gosling, Mike Sheridan, and Patrick Naughton. Pada awalnya, Java dikenal dengan nama Oak, jenis pohon yang tumbuh di depan pekarangan kantornya Abang Gosling. Namun sayang, telah terjadi perpecahan diantara pendiri projek dan tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape. Oleh karena nama Oak telah dipakai oleh merek dagang lain, nama ini kemudian digantikan dengan Java. Nama Java sendiri diambil dari nama pulau Jawa di Indonesia (Java dalam bahasa Inggris) yang konon katanya menjadi tempat produksi kopi kesukaan Abang Gosling ini.
Bahasa pemrogaman Java banyak memakai kode atau sintaksis yang mirip dengan bahasa leluhurnya, yakni C dan C++ yang sudah disederhanakan. Ia juga sering dikenal dengan julukan WORA (Write Once Run Anywhere) yang berarti setelah sebuah program dibuat dan dibungkus menjadi aplikasi yang siap jalan (di-compile), maka program tersebut tidak perlu di-compile ulang apabila ingin digunakan di sistem operasi yang berbeda. Misalnya, program Java ini dibuat dan di-compile di sistem operasi Windows, maka ia juga bisa langsung dipakai di sistem operasi Mac atau Linux dengan catatan JVM (Java Virtual Machine) telah telah terpasang.
Java lahir dari projek bernama The Green Project sejak Juni 1991 dan sebenarnya didesain untuk teknologi interaksi televisi. Projek tersebut dijalankan oleh 3 orang, yaitu James Gosling, Mike Sheridan, and Patrick Naughton. Pada awalnya, Java dikenal dengan nama Oak, jenis pohon yang tumbuh di depan pekarangan kantornya Abang Gosling. Namun sayang, telah terjadi perpecahan diantara pendiri projek dan tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape. Oleh karena nama Oak telah dipakai oleh merek dagang lain, nama ini kemudian digantikan dengan Java. Nama Java sendiri diambil dari nama pulau Jawa di Indonesia (Java dalam bahasa Inggris) yang konon katanya menjadi tempat produksi kopi kesukaan Abang Gosling ini.
Ayo Belajar Java ! Ayo Belajar Java !
Hai calon programmer! Disini kita akan belajar bagaimana membuat program dengan Java. Tutorial ini akan mengungkap semua hal yang mendasar hingga tingkat mahir dan tentunya ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana yang mudah dimengerti. Oleh karena itu, bagi kalian yang belum punya latar belakang programming, janganlah khawatir. Dijamin, kalian akan menjadi sangat mahir di akhir tutorial ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)























